Rabu, 12 Desember 2018

KEPUTUSAN TERAKHIR

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Dengan berat hati perpisahan kali ini, ku putuskan tuk tak memperjuangkanmu lagi!
Walau pada akhirnya hatiku kan hancur sehancur-hancurnya.
Karna bagiku terus bersamamu dalam keadaan hati terbagi adalah kepedihan teramat sangat.
Ketika mencintaimu utuh ku dipatahkan begitu saja dengan penghianatan bodoh!!!

Shitttt...!!!! Rasanya ku ingin memakimu tiada henti,
Aku tak bisa membangun rasa percayaku lagi. Sungguh sulit!
Tidakkah kau melihat aku wanitamu yang setia mendampingi hidupmu tanpa lelah
Dengan cacian mu yang kuanggap sebagai motivasiku walau MENYAKITKAN!!

Kau tau, laranganku tak pernah tak beralasan.
Sudah percayakan sekarang alasanku melarangmu begitu begini karna apa?
Ku tak ingin kita berakhir seperti ini.
Tapi ku rasa ini adalah akhir yang kau inginkan.
Aku rela dan ku mengikhlaskanmu.

@rindudalamkata
 

MERAIHMU ATAU MERAIHNYA

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Meraihmu itu sebuah konsekuensi terbesar untukku.
Karna ketika ku hidup bersamamu utuh akupun kekal tak bisa meraihnya
Begitupula jika ku meraihnya, aku akan kehilanganmu sekekal itu.
Ya, semua itu kembali pada pilihan yang kan ku tentukan.

Bisakah kalian menjadi 1 manusia yang sama dan pribadi yang menyatu saling melengkapi
Agar aku tak perlu menentukan siapa yang kan ku pilih.
Aku paham, hidup adalah tentang bagaimana kita saling menerima
Tapi, satu sisi hidupku selalu merasa takut salah memilih dan menentukan pasangan hidup.

Cobalah berada di posisiku yang mencintai kedua manusia yang karakternya berbeda
Sungguh dilema mendalam yang ku miliki

Teruntuk kau manusia lamaku, jika kau mampu setia aku akan lebih dari itu mengabdi padamu.
Jika kau bisa membuat diriku menjadi satu-satunya wanitamu, kan ku buat kau bak raja di istana
Namun, bukan kau mengabulkan semuanya namun hanya untaian kata manis saja yang slalu terucap
Aku kecewa dalam hati yang masih terlalu sayang!

Dan teruntuk kau manusia baruku, tak ada satupun yang bisa ku pinta darimu.
karna kau sudah sangat membuat ku menjadi ratu di istana mewah, segala yang kuinginkan selalu terabulkan.
Namun, maafkan aku yang dengan kurun waktu panjang ini masih slalu mengecewakanmu bahkan membuat terluka.
Aku bahagia dalam hati yang masih terbagi!

@rindudalamkata

Selasa, 11 Desember 2018

MERINDU TAK ADA HABISNYA

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Berjauhan sekalipun aku masih merasa dekat
Bahkan dipisahkanpun ku merasa masih dimiliki
Keterikatan batin yang sulit ku lepaskan
Walau raga tlah terhalang jarak

Kini ku merasakan sedang di jaraki denganmu
Namun, entah keyakinan bodoh macam apa yang membuatku yakin
Bahwa kita kan kembali bersama suatu hari nanti
Dengan atau tanpa manusia manapun

Ku selalu merasa tercekik kala melihat dirimu terlepas jauh dariku
Perasaan yang slalu membawaku kelembah pengharapan
Dimana mataku slalu terjebak padamu
Hatiku? jangan lagi kau tanya
Dia sudah hanyut sedalam-dalamnya padamu.

@rindudalamkata

Minggu, 04 Maret 2018

AKU SUKA

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Aku suka perjuangannya,
Aku suka ketulusannya,
Aku suka semua yang ada pada dirinya.
Kejujuran akan segala hal yang pernah dia lalui. Aku suka.
Bahkan keburukannya di masa lalu yang slalu dia ceritakan, aku sangat suka.
Karna dengan begitu dia tidak menyembunyikan apapun dariku.
Sekecil apapun keburukannya, dia bercerita.
Kini aku tak ingin melepasnya lagi.
Sepertinya jangan sampai ku lepas.
Karna jika ku lepas mungkin aku akan menyesal.
Senyum tulusnya, usaha kerasnya, perjuangannya dan semua tentangnya. Aku sangat suka.
Mungkin aku sedang tergila-gila.
Tapi, akal ku masih waras tuk menilainya.
Satu hal yang sangat membuatku jatuh cinta padanya.
Dia benar ingin berubah, bukan demi aku tapi demi dirinya. Namun aku suka.
Entahlah hanya sedikit gambaran tentang dia saja yang dapat ku jelaskan.
Karna aku sedang sangat jatuh cinta.
Bahkan seringkali ku merindukannya.
Terlalu banyak kata "suka" yang aku lontarkan dalam tulisan ini.
Aku sudah tak bisa menyembunyikannya lagi.
Terlebih jika di dekatmu rasanya ingin ku memelukmu erat dan berkata "terimakasih sudah menjadi priaku yang selalu berusaha membahagiakanku"

Senin, 26 Februari 2018

TERUNTUK DIA

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Aku tahu dia tidaklah sempurna, baik secara fisik ataupun materi.
Tapi dia dapat menyempurnakan aku, kita saling menyempurnakan.
Aku merasa sangat tersanjung saat di dekat dia.
Selalu merasa disayangi dengan tulus dan di cintai dengan sepenuh hati.
Aku tau, sebelumnya dia tidaklah lebih baik dari seseorang yang dahulu pernah bersamaku.
Tapi benar, dimataku dia pria yang luar biasa baik, luar biasa tulus dan ikhlas.
Perjuangannya mendapatkanku tidaklah mudah.
Aku tau penantiannya selama ini.
Luar biasa.
Usahanya membahagiakanku selalu ikhlas.
Dengan cara apapun, dengan cara sederhana sekalipun.
Aku bahagia.
Bahkan setiap kali kita sedang bersama, terkadang lupa untuk mengabadikan moment. Karna kita selalu asik berdua.
Bercanda gurau bersama.
Tidaklah mudah bagiku meyakinkan diri tuk menjatuhkan hati padanya.
Tapi dia tidaklah pernah menyerah tuk slalu meyakinkanku.
Terimakasih allah, kau hadirkan dia yang tidak sempurna.
Dengan penuh kesabaran dia selalu berusaha menyempurnakan aku, begitupula sebaliknya.
Beri kami jalan terindah dan terbaik yang engkau ridhai.
Aku ingin bersamanya di jalanmu.
Tuntun kami.

Rabu, 07 Februari 2018

RASA YANG SALAH

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Satu kata yang tak ingin ku dengar yakni menjauh.
Rasanya aku ingin memegangmu erat, agar kamu tak pergi.
Pahami, aku ingin kamu tetap disini!.
Namun aku tak mampu menahanmu.
Bahkan malah tetap membiarkanmu pergi dengan sejuta angan di hati.
Membaca itu aku seperti dijatuhkan dari langit.
Hatiku lemah seketika, rasanya aku tak ingin beranjak dari detik itu.
Detik terakhir sebelum kau ucapkan kata itu.
Sebuah kata yang sangat membuatku lemah.
Tak bisakah kita tetap bersama seperti ini, walau dalam kesalahan?
Aku tak ingin kehilanganmu.
Aku belum siap.
Dan aku takkan pernah siap.

KEPUTUSAN TERAKHIR

Oleh: Siti Fatimah Mandini Dengan berat hati perpisahan kali ini, ku putuskan tuk tak memperjuangkanmu lagi! Walau pada akhirnya hati...