Minggu, 09 Juli 2017

PERTEMUAN PERTAMA

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Saat mataku bertemu matamu
Ada kilauan cahaya yang nampak
Membuatku kian hanyut
Hanyut dalam buaian asmara
Entah apa yang membuat hatiku terpaut padamu
Rasanya ingin aku terpatri dalam cintamu
Namun angan hanyalah angan yang akan tetap menjadi hayalan semu
Bandung, 03 juni 2017

ILUSI

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Wahai kau makhluk asing
Kau telah berhasil mencuri hati dan fikiranku
Biar kini kau tak mengenalku
Lihatlah suatu saat nanti kau akan mengenalku
Pandangan pertama itu sangat membekas dalam ingatan
Membuatku hanyut dalam harapan
Harapan ingin memilikimu
Walau mungkin itu hanya ilusi
Bandung, 02 juni 2017

RESAH

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Saat jiwa tengah hampa
Tiba saja kau melintas di mataku
Menyimpan sejuta tanya dalam benakku
Membuat hati kian resah
Entah apa yang membuat hidupku kian gelisah
Yang pasti setelah kau melintas dimataku
Sontak fikiranku kian di penuhi namamu
Nama asing yang kini melekat dalam ingatan
Mungkin memang benar, Cinta pada pandangan pertama itu ada
Dan kini aku merasakannya
Walau dia asing dimataku,
Namun hatiku ingin mengenalnya lebih jauh lagi, lagi dan lagi.
Bandung, 02 juni 2017

Kamis, 18 Mei 2017

RINDU DI BALIK TEGAR

oleh: Siti Fatimah Mandini

Aku adalah aku,
Seorang wanita yang hanya mengandalkan diri,
Yang tegap berdiri diatas kakinya yang rapuh,
Dengan jiwa iri nan dengki,
Memang aku tak sempurna,
aku hanya pendusta manis,
Biar begitu aku butuh kasih sayangnya,
Seutuh kasih sayangmu saat ku belia,
Kau bagai pahlawan jiwaku,
Menjagaku hingga dewasa,
Sering ku merintih meminta perhatianmu,
Tapi kini bertegursapa satu katapun sulit,
Ayah, aku rindu canda gurau bersamamu,
Melewati hari-hari penuh tawa seperti dulu,
Biarpun kini kita tak sedekat dulu,
Tapi aku sangat menyangimu.

HARAPAN SEMU

Oleh: Siti Fatimah Mandini

berawal dari tidak mengenal hingga kini kau jadi yang ku harapkan.
pertemuan yang kian terjalin membuat kita semakin dekat.
manisnya sikapmu membuatku hanyut dalam harapan.
harapan ingin menjadi milikmu.
entah perasaan saja atau mungkin memang benar.
kau slalu memperhatikanku dari jauh.
hingga menelusuk dalam mimpiku sesaat.
dengan cerita bahagia yang kau ukir sekejap.
Namun, nyatanya dihidupmu bukan hanya aku.
namun ada dia bahkan mereka.
harapku kian sirna bagai di telan waktu.
saat ku tau hidupmu penuh dengan wanita.
Bandung, 05 Mei 2016

Minggu, 14 Mei 2017

KARTINI

Oleh: Siti Fatimah Mandini 

Wahai kartini
Engkau wanita tertangguh
Wanita terkuat dan terbijaksana
Wanita yang terlahir di tanah indonesia
Nan elok parasmu tak melunturkan ketangguhanmu
Tetap berjuang di balik ke ayuanmu
Tuk sejajarkan wanita di mata dunia
Aku bangga menjadi wanita
Wanita yang terlahir di bumi pertiwi
Dengan kesetaraan yang telah kau perjuangkan
Walau mimpimu tak dapat ku gapai seutuhnya
Namun perjuanganmu takkan berakhir sampai disini dan akan terus ku perjuangkan
Bandung, 30 April 2017

KARTINI

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Tubuhmu kian renta,
Kulitmu kian keriput
Rambutmu kini tak hitam lagi
Namun engkau masih saja mendampingiku
Dalam sujud kau sebut namaku
Dalam diam, doa selalu kau panjatkan
Bahagia mu kini jadi tanggung jawabku
Agar senyummu slalu tersumbing dari bibirmu
Wahai Kartini jiwaku,
Nikmatilah masa tuamu
Biar aku yang teruskan perjuanganmu
Untuk masa depan yang jauh lebih indah.
Bandung, 30 April 2017

MASIH TENTANG RINDU 2

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Terasa indah di pandang mata,
Membuatku Terjerat dalam pesona manusia
Elok ciptaanmu memang tak ada duanya
Membuatku hanyut dalam keindahan
Saat jiwa tengah gundah,
Langkah ini tak ingin terhenti
Pesonanya sontak menusuk dalam jiwa, Membekas dalam dada
Bak melayang dalam ingatan
Wahai sang pemilik hidup,
Sampaikanlah rinduku, rindu yang kian menggelora dalam jiwa
Yang telah lama terpendam dalam dada
Gumpalan awan kini berubah menghitam
Namun, rembulan kembali menyinari bumi
Dengan kerlap kerlip bintang yang menghiasi gelapnya malam
Dalam rindu yang masih terpendam

Bandung, 04 Mei 2017

Kamis, 20 April 2017

MENYESAKKAN (MASIH TENTANG RINDU)

 Oleh: Siti Fatimah Mandini

Menanti rindu tuk berakhir
Namun tak jua menyerah
Terus bertahan dalam jiwa yang kosong
Menanti sang pengobat rindu
Namun rindu ini bagaikan tak ada artinya
Ya... sia-sia begitu saja
Bagai berharap seorang diri tanpa timbal balik.
Seperti menanti patung tuk berbicara.
Namun, tak ada sepatah katapun terucap
Rasanya ingin pergi tuk menggantikan sosoknya
Namun raga ini tak sanggup, Masih tetap bertahan
Dalam jiwa yang hampa

Bandung, 03 Mei 2017

KEPUTUSAN TERAKHIR

Oleh: Siti Fatimah Mandini Dengan berat hati perpisahan kali ini, ku putuskan tuk tak memperjuangkanmu lagi! Walau pada akhirnya hati...