Senin, 26 Februari 2018

TERUNTUK DIA

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Aku tahu dia tidaklah sempurna, baik secara fisik ataupun materi.
Tapi dia dapat menyempurnakan aku, kita saling menyempurnakan.
Aku merasa sangat tersanjung saat di dekat dia.
Selalu merasa disayangi dengan tulus dan di cintai dengan sepenuh hati.
Aku tau, sebelumnya dia tidaklah lebih baik dari seseorang yang dahulu pernah bersamaku.
Tapi benar, dimataku dia pria yang luar biasa baik, luar biasa tulus dan ikhlas.
Perjuangannya mendapatkanku tidaklah mudah.
Aku tau penantiannya selama ini.
Luar biasa.
Usahanya membahagiakanku selalu ikhlas.
Dengan cara apapun, dengan cara sederhana sekalipun.
Aku bahagia.
Bahkan setiap kali kita sedang bersama, terkadang lupa untuk mengabadikan moment. Karna kita selalu asik berdua.
Bercanda gurau bersama.
Tidaklah mudah bagiku meyakinkan diri tuk menjatuhkan hati padanya.
Tapi dia tidaklah pernah menyerah tuk slalu meyakinkanku.
Terimakasih allah, kau hadirkan dia yang tidak sempurna.
Dengan penuh kesabaran dia selalu berusaha menyempurnakan aku, begitupula sebaliknya.
Beri kami jalan terindah dan terbaik yang engkau ridhai.
Aku ingin bersamanya di jalanmu.
Tuntun kami.

Rabu, 07 Februari 2018

RASA YANG SALAH

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Satu kata yang tak ingin ku dengar yakni menjauh.
Rasanya aku ingin memegangmu erat, agar kamu tak pergi.
Pahami, aku ingin kamu tetap disini!.
Namun aku tak mampu menahanmu.
Bahkan malah tetap membiarkanmu pergi dengan sejuta angan di hati.
Membaca itu aku seperti dijatuhkan dari langit.
Hatiku lemah seketika, rasanya aku tak ingin beranjak dari detik itu.
Detik terakhir sebelum kau ucapkan kata itu.
Sebuah kata yang sangat membuatku lemah.
Tak bisakah kita tetap bersama seperti ini, walau dalam kesalahan?
Aku tak ingin kehilanganmu.
Aku belum siap.
Dan aku takkan pernah siap.

KEPUTUSAN TERAKHIR

Oleh: Siti Fatimah Mandini Dengan berat hati perpisahan kali ini, ku putuskan tuk tak memperjuangkanmu lagi! Walau pada akhirnya hati...