Kamis, 18 Mei 2017

RINDU DI BALIK TEGAR

oleh: Siti Fatimah Mandini

Aku adalah aku,
Seorang wanita yang hanya mengandalkan diri,
Yang tegap berdiri diatas kakinya yang rapuh,
Dengan jiwa iri nan dengki,
Memang aku tak sempurna,
aku hanya pendusta manis,
Biar begitu aku butuh kasih sayangnya,
Seutuh kasih sayangmu saat ku belia,
Kau bagai pahlawan jiwaku,
Menjagaku hingga dewasa,
Sering ku merintih meminta perhatianmu,
Tapi kini bertegursapa satu katapun sulit,
Ayah, aku rindu canda gurau bersamamu,
Melewati hari-hari penuh tawa seperti dulu,
Biarpun kini kita tak sedekat dulu,
Tapi aku sangat menyangimu.

HARAPAN SEMU

Oleh: Siti Fatimah Mandini

berawal dari tidak mengenal hingga kini kau jadi yang ku harapkan.
pertemuan yang kian terjalin membuat kita semakin dekat.
manisnya sikapmu membuatku hanyut dalam harapan.
harapan ingin menjadi milikmu.
entah perasaan saja atau mungkin memang benar.
kau slalu memperhatikanku dari jauh.
hingga menelusuk dalam mimpiku sesaat.
dengan cerita bahagia yang kau ukir sekejap.
Namun, nyatanya dihidupmu bukan hanya aku.
namun ada dia bahkan mereka.
harapku kian sirna bagai di telan waktu.
saat ku tau hidupmu penuh dengan wanita.
Bandung, 05 Mei 2016

Minggu, 14 Mei 2017

KARTINI

Oleh: Siti Fatimah Mandini 

Wahai kartini
Engkau wanita tertangguh
Wanita terkuat dan terbijaksana
Wanita yang terlahir di tanah indonesia
Nan elok parasmu tak melunturkan ketangguhanmu
Tetap berjuang di balik ke ayuanmu
Tuk sejajarkan wanita di mata dunia
Aku bangga menjadi wanita
Wanita yang terlahir di bumi pertiwi
Dengan kesetaraan yang telah kau perjuangkan
Walau mimpimu tak dapat ku gapai seutuhnya
Namun perjuanganmu takkan berakhir sampai disini dan akan terus ku perjuangkan
Bandung, 30 April 2017

KARTINI

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Tubuhmu kian renta,
Kulitmu kian keriput
Rambutmu kini tak hitam lagi
Namun engkau masih saja mendampingiku
Dalam sujud kau sebut namaku
Dalam diam, doa selalu kau panjatkan
Bahagia mu kini jadi tanggung jawabku
Agar senyummu slalu tersumbing dari bibirmu
Wahai Kartini jiwaku,
Nikmatilah masa tuamu
Biar aku yang teruskan perjuanganmu
Untuk masa depan yang jauh lebih indah.
Bandung, 30 April 2017

MASIH TENTANG RINDU 2

Oleh: Siti Fatimah Mandini

Terasa indah di pandang mata,
Membuatku Terjerat dalam pesona manusia
Elok ciptaanmu memang tak ada duanya
Membuatku hanyut dalam keindahan
Saat jiwa tengah gundah,
Langkah ini tak ingin terhenti
Pesonanya sontak menusuk dalam jiwa, Membekas dalam dada
Bak melayang dalam ingatan
Wahai sang pemilik hidup,
Sampaikanlah rinduku, rindu yang kian menggelora dalam jiwa
Yang telah lama terpendam dalam dada
Gumpalan awan kini berubah menghitam
Namun, rembulan kembali menyinari bumi
Dengan kerlap kerlip bintang yang menghiasi gelapnya malam
Dalam rindu yang masih terpendam

Bandung, 04 Mei 2017

KEPUTUSAN TERAKHIR

Oleh: Siti Fatimah Mandini Dengan berat hati perpisahan kali ini, ku putuskan tuk tak memperjuangkanmu lagi! Walau pada akhirnya hati...