oleh: Siti Fatimah Mandini
Aku adalah aku,
Seorang wanita yang hanya mengandalkan diri,
Yang tegap berdiri diatas kakinya yang rapuh,
Dengan jiwa iri nan dengki,
Seorang wanita yang hanya mengandalkan diri,
Yang tegap berdiri diatas kakinya yang rapuh,
Dengan jiwa iri nan dengki,
Memang aku tak sempurna,
aku hanya pendusta manis,
Biar begitu aku butuh kasih sayangnya,
Seutuh kasih sayangmu saat ku belia,
aku hanya pendusta manis,
Biar begitu aku butuh kasih sayangnya,
Seutuh kasih sayangmu saat ku belia,
Kau bagai pahlawan jiwaku,
Menjagaku hingga dewasa,
Sering ku merintih meminta perhatianmu,
Tapi kini bertegursapa satu katapun sulit,
Menjagaku hingga dewasa,
Sering ku merintih meminta perhatianmu,
Tapi kini bertegursapa satu katapun sulit,
Ayah, aku rindu canda gurau bersamamu,
Melewati hari-hari penuh tawa seperti dulu,
Biarpun kini kita tak sedekat dulu,
Tapi aku sangat menyangimu.
Melewati hari-hari penuh tawa seperti dulu,
Biarpun kini kita tak sedekat dulu,
Tapi aku sangat menyangimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar